Cetak
Kategori: Berita
Dilihat: 187
Patti and Benoit

Langit mendung Yogyakarta berkawan dengan syahdu, seolah memang bersiap untuk menyambut kolaborasi indah Patti-Benoit pada Sabtu (28/10).

Memasuki petang, kendaraan mulai memenuhi Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP), berjajar rapi menempatkan diri. Pemilik turun lalu berjalan memasuki area konser, terlihat pula beberapa bersama dengan sanak keluarganya. Panitia dengan ramah menyambut kedatangan para penonton Economics Jazz Live (EJL).

Economics Jazz Live merupakan konser jazz kampus yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Tahun 2017 ini, EJL memasuki gelaran ke-23, terhitung sejak pertama kalinya diadakannya acara ini tiga puluh tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 16 November 1987. Setiap tahunnya, EJL menghadirkan sederet musisi yang berkecimpung dalam belantika musik jazz, mulai dari lokal hingga bertaraf internasional. Embong Raharjo, Elva Secoria, Karimata, Krakatau Reunion hingga musisi dunia seperti Dave Koz dan Peabo Bryson pernah tampil menyemarakkan EJL sebelumnya. Kejutan kembali dihadirkan tahun ini dengan mendatangkan penyanyi jazz legendaris, peraih Grammy Award 2008, Patti Austin yang akan tampil bersama pianis ternama AS yang namanya enam kali dinominasikan untuk Grammy Award, David Benoit.

Tepat pukul 19.30 WIB, Choky Sitohang, sebagai host konser malam itu, membuka acara. Hadir dalam konser tersebut beberapa tamu kehormatan, yakni Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.UP., Ph.D, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D., Komisaris Independen PT. Bank Central Asia Tbk Dr. Cyrillus Harinowo, serta Promotor EJL yang juga seorang pengamat ekonomi nasional Tony Prasetiantono.

Penampilan pertama datang dari kolaborasi musisi jazz tanah air, yakni Idang Rasjidi (keyboard), Mus Mujiono (gitar dan vokal), Iwan Wiradz (perkusi), Yance Manusama (bass), Richard Hutapea (saxophone), dan Mahesa Santoso (drum). Mereka membawakan delapan lagu.

“Saya sangat senang berjumpa dengan senior dalam kancah jazz,” ucap Mujiono mengawali penampilan spesialnya. Usai berujar, ia menyanyikan lagu berjudul “Arti Kehidupan” di lagu ketiga serta “Tanda-Tandanya” di lagu keempat. Penonton kian larut dalam suasana saat penyanyi Mergie Segers turut bergabung dengan menyanyikan lagu “Kesepian” dan “Semua Bisa Bilang”.

Usai terhanyut dalam syahdu, suasana sontak berganti tatkala penyanyi muda berparas cantik, Isyana Sarasvati hadir di atas panggung. Membuka penampilan dengan lagu “Mad” dari album keduanya berjudul “Paradox”, Isyana mampu membangkitkan energi audience. Ia membawakan lagu-lagu yang telah membesarkan namanya seperti “Keep Being You”, “Sekali Lagi”, “Kau Adalah”, “Tetap Dalam Jiwa” dan beberapa single barunya seperti “Terpesona”.

Riuh ramai diiringi tepukan tangan penonton terdengar kala sang host menyebutkan artis yang telah ditunggu-tunggu, David Benoit. Tidak tampil sendiri, ia ditemani oleh band yang dibawanya dari California. Jemari Benoit menari lincah di atas piano, melantunkan nada-nada indah smooth jazz. Lagu-lagu miliknya seperti “Kei’s Song”, “Beat Street”, “Freedom at Midnight” menyuguhkan alunan jazz yang tenang mendamaikan. “Linus and Lucy” dibawakan sebagai penutup penampilannya.

Jarum jam menunjukkan pukul 23.38 WIB. Semarak suasana kian membuncah saat bintang utama yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir. Tepuk tangan dan teriakan penonton menggema ketika Patti Austin menyapa seluruh tamu malam itu dengan hangat. Patti sukses membawakan lagu pop-jazz andalannya yakni “Smoke Gets In Your Eyes”, “Baby Come to Me”, dan “How Do You Keep the Music Playing”. Penampilannya yang memukau berhasil membuat semua orang takjub terkesima. Suasana hening menyiratkan decak kagum para penonton yang menikmati penampilan penyanyi jazz berusia 67 tahun tersebut.

“Acaranya seru dan mantap, apalagi dengan hadirnya musisi-musisi dalam dan luar negeri yang mampu membangkitkan hype penonton. Hostnya pun juga host yang ternama dan ramah dengan penonton,” ungkap salah satu penonton EJL XXIII, Aldo. “Harapannya semoga Ejazz lebih baik lagi di tahun depan dan mampu mengundang musisi berkelas lainnya,” tutupnya.

Sumber: Cyrilla Wikan/EQ